Tuesday, May 28, 2024

Google Search AI Overview Masih Rentan ‘Halu’, CEO Mengaku Belum Ada Solusi

Di tahun sekarang ini, tren AI adalah sesuatu yang tak mungkin bisa dilewati oleh siapapun. Terlebihnya perusahaan tekno raksasa yang ingin mengkapitalisasi teknologi baru bernama generative AI ini.

Google sebagai raja search engine juga tidak mau ketinggalan. Seperti kebanyakan rival mereka, Google punya AI model sendiri bernama Gemini. Fitur itu juga kemudian direncanakan masuk ke Search. Yang berarti kedepannya, AI tersebut bisa menyajikan hasil berdasarkan ringkasan yang di-generate secara otomatis. Tapi, sepertinya hasil akhir pencarian AI tersebut masih kurang dari kata ‘sempurna’.

Google Search AI Overview Berikan Hasil Ngawur



Kalau kamu pengamat bidang teknologi dan sering berkunjung ke X, bukan tidak mungkin kalau kamu sudah menemukan beberapa post yang menggelitik perut. Cuitan di X Twitter ini biasanya berisikan screenshot hasil pencarian Google Search dengan menampilkan AI Overview yang ngawur.
Misalnya, seperti cuitan user bernama Jeremiah Johnson, dimana dia menanyakan apakah ‘merokok ketika hamil’ di pencarian dan hasil yang diberikan AI Overview malah mengejutkan. AI tersebut malah mengatakan ‘Dokter menyarankan merokok 2-3 batang per hari ketika masa kehamilan’. Yang mana ini adalah sebuah kekeliruan teramat keliru.

Hasil screenshot lainnya juga tak kalah menggelitik. Seperti ‘seberapa lama boleh menatap langsung ke matahari agar tetap sehat’. Kalau kamu pernah belajar fisika di sekolah pastinya tahu kalau kita tidak boleh menatap langsung ke matahari meskipun tidak sedang gerhana.

Sayangnya AI milik Google malah berkata lain, ia menyarankan kalau ‘sebaiknya menatap matahari 5-15 menit’ dan bahkan ia menunjukkan sumber dari saintis. Dimana itu hanyalah karangan bebas AI tersebut yang sepertinya menderita halu.

Berikut adalah beberapa screenshot lainnya yang tak kalah menggemaskan.

CEO Sundar Pichai Mengaku AI Mereka Masih Halu

Selain menyuruh orang memakan batu setiap hari, ternyata hal ini bisa terjadi karena AI masih punya potensi untuk menciptakan jawaban sendiri jika tidak berhasil mendapatkan jawaban dari database mereka.

Hal yang sama juga disetujui oleh CEO Google Sundar Pichai. Dia mengakui kalau AI buatan mereka masih rentan halu dan untuk saat ini belum ada solusi yang bisa menghilangkannya. Perbaikan harus dilakukan terus menerus dan tidak bisa dapat waktu cepat.

Mungkin kita tidak perlu 100% percaya apa yang dilontarkan AI, apalagi kalau hal tersebut bisa mengancam keselamatan dan kesehatan penggunanya.

Artikel ini disponsori oleh : CARAWIN